Filosofi Unik Kue Klepon

Belakangan ini banyak pembahasan tentang kue klepon yang dianggap tidak islami. Padahal kalau dilihat dari berbagai sudut pandang, jajanan asli Indonesia ini memiliki filosofi sangat dalam, hingga rasa yang menggoyang lidah.


Alhasil terkuaklah banyak fakta dibalik ketenaran si bulat hijau bertabur parutan kelapa tersebut, Anda juga akan dibuat kagum dan mungkin akan langsung ingin coba membuatnya dirumah!


Filosofi Dibalik Kue Klepon


Sejumlah filosofi berkembang dari dulu hingga sekarang, terkait ketenaran kue berbahan dasar tepung ketan ini. Kita mulai dari filosofi warna, warna hijau dari perasan daun pandan atau daun suji memiliki filosofi tentang kemakmuran dan kesejahteraan. Bahkan jika dilihat dari filosofi Islam, warna hijau adalah warna kesukaan Rasulullah SAW, dan telah dijelaskan dalam sejumlah hadits sahih lho.


filosofi kue klepon

Filosofi selanjutnya adalah kesederhanaan, Anda tidak akan menemukan bahan-bahan aneh saat membuat jajanan legit ini. Hanya beberapa bahan yang mudah didapat dan tentunya sangat murah harganya, dan cepat proses pembuatannya.


Jadi siapapun bisa membuatnya tanpa harus belajar dengan chef terkenal, bahkan Anda yang tidak suka dunia masakpun tetap bisa mencoba membuat dan dijamin anti gagal.


Lalu kita lanjutkan pada cara makan kue klepon yang sangat unik, yaitu wajib dengan mulut tertutup agar gula merah yang berada di dalam kue tidak muncrat kemana-mana. Ini merupakan filosofi kesopanan dan etika yang penting dalam makan, sebab di belahan dunia manapun anjuran makan dengan mulut tertutup selalu dilakukan agar terhindar dari cap tidak beretika.


Beda Kue Klepon di Beberapa Daerah Indonesia


Menyigi sedikit sejarah dari eksistensi kue ini, beberapa akli sejarah kuliner menyebutkan bahwa klepon mulai dikenal pada tahun 1950an saat Indonesia baru saja merdeka. Lokasi perdananya adalah di Pasuruan Jawa Timur dan disajikan oleh restoran yang memadukan unsur Indonesia, Belanda, dan Tionghoa.


Tapi dalam perjalanannya, kue ini mengalami berbagai perubahan di beberapa daerah di Indonesia.


Kita mulai dari pulau Sumatera dan Sulawesi menyebutnya dengan nama onde-onde, bentuk yang sama dan rasa yang juga tak jauh beda dari klepon. Tapi onde-onde sendiri di pulau Jawa memiliki bentuk berbeda, yaitu kecoklatan dan berisi kacang hijau. Sedangkan taburannya adalah kacang wijen sangrai. Proses pembuatan kedua jajanan ini di pulau Jawa juga berbeda, klepon direbus dan onde-onde digoreng.


kue klepon

Sedangkan di asalnya yaitu Jawa, disana jajanan basah ini berbentuk bulat, berwarna hijau, dengan isian gula merah yang dihaluskan. Kemudian saat disajikan akan diberi taburan kelapa tua yang sudah diparut. Biasanya disajikan untuk para tamu berbagai acara, atau sekadar cemilan sore untuk teman minum teh.


Di pulau Bali bentuk kue klepon agak lonjong dan warna hijaunya lebih tua, ketimbang klepon Jawa. Isiannya lebih banyak sehingga ketika sekali gigit gula merah cairnya akan muncrat memenuhi mulut, sedangkan parutan kelapanya terpisah dari klepon sehingga sepintas klepon terlihat mengkilap.


Beda lagi di pulau Kalimantan yang disebu gegicak tapi memang tampilannya juga berbeda, sebab kue ini dikukus dan saat disajikan barulah disiram dengan gula merah cair dan taburan kelapa parut.


Seiring perkembangan zaman kue ini juga mengalami perubahan, bukan rasanya namun warnanya yang dibuat beragam. Ada yang berwarna kuning, ungu, hingga merah, bahan utama pembuatannya juga jadi bervariasi mulai dari ubi jalar hingga talas tapi proses pembuatannya tetap sama dan peminatnya semakin banyak.


Itulah beberapa fakta menarik dari kue klepon yang sedang viral itu, pastinya sudah menambah wawasan bagi Anda yang mungkin selama ini masih belum kenal dengan jajanan asli Indonesia tersebut.

1 tampilan0 komentar