Mengenal Sejarah Roti, Makanan Tertua di Dunia

Meskipun bukan makanan pokok di Indonesia, roti menjadi salah satu makanan favorit hampir semua orang di dunia karena bentuknya yang praktis, mudah dibawa dan rasanya pun enak.


Terlebih lagi dengan banyaknya inovasi dalam bidang bakery yang membuat roti memiliki banyak sekali varian rasa, tidak heran jika makanan mengenyangkan ini semakin bertambah peminatnya. Meskipun berdasarkan sejarah roti makanan ini bukanlah makanan dalam negeri, akan tetapi tahukah Anda bahwa roti adalah makanan tertua di dunia?


Awal Mula Munculnya Roti

Awal mula munculnya anggapan bahwa roti merupakan makanan tertua di dunia adalah ketika di Eropa ditemukan bebatuan yang biasa digunakan untuk menumbuk makanan yang di atas permukaannya terdapat residu tepung.


Penemuan ini terjadi terjadi 30.000 tahun yang lalu. Dikarenakan saat itu belum ditemukan tepung sebagai bahan utama roti, maka muncullah spekulasi bahwa residu tepung tersebut berasal dari umbi-umbian


Akan tetapi penggunaan umbi-umbian sebagai tepung mulai berubah ketika zaman neolitikum tiba yaitu sekitar 10.000 tahun sebelum masehi. Pada era tersebut pertanian semakin berkembang sehingga masyarakat lebih banyak menggunakan biji-bijian sebagai bahan makanan termasuk membuat roti.


Sejarah roti lain mengatakan bahwa roti pertama kali ditemukan di Mesir dan daerah Mesopotamia sekitar 12.000 tahun yang lalu. Masyarakat disana gemar mengkonsumsi gandum dan suatu hari mereka mulai menemukan cara lain mengkonsumsinya selain dimakan secara langsung yaitu dengan menjadikannya sebagai pasta lalu dimasak diatas api.


Tentunya saat itu roti hanya berbentuk seadanya karena belum ditemukannya ragi sebagai pengembang. Roti yang sudah dimasak tersebut pun bisa disimpan selama berhari-hari sebagai pasokan makanan.


Dimulai dari Mesir, roti pun mulai tersebar ke Yunani hingga ke Eropa. Bahkan di Eropa roti menjadi salah satu makanan yang mencerminkan status sosial seseorang. Hal ini dikarenakan tepung sebagai bahan dasar roti yang berwarna putih pada saat itu harganya cukup mahal. Hanya orang kaya yang mampu membelinya. Akhirnya masyarakat kelas menengah kebawah cenderung memilih tepung yang berwarna gelap dimana hasil rotinya pun gelap.


Dari situlah muncul makna status sosial dari sebuah roti. Apabila roti berwarna putih berarti dia berasal dari orang kaya karena menggunakan tepung putih yang mahal sedangkan mereka yang memakan roti berwarna gelap adalah orang miskin.


Sejarah Cara Pembuatan Roti

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, roti pada saat pertama kali ditemukan masih berupa adonan pasta yang dimasak diatas api saja. Tidak ada proses fermentasi yang terjadi sehingga teksturnya pun berbeda dengan roti yang ada saat ini.


Mesir sebagai tempat pertama ditemukannya roti pun baru menemukan proses fermentasi roti sekitar 4.600 tahun yang lalu ketika ada pembuat roti yang lupa mengeringkan adonan sehingga adonan roti tersebut terfermentasi secara otomatis. Saat roti dibakar dan matang justru menghasilkan rasa yang lebih enak. Dari situlah awal mula digunakannya proses fermentasi saat pembuatan roti agar adonan empuk dan mengembang.


Setelah roti sampai ke Eropa, cara pembuatannya pun masih sangat tradisional yaitu adonan yang terbuat dari tepung, air dan ragi diinjak injak oleh budak agar tercampur rata. Setelah itu barulah roti dibakar dengan tungku kerucut. Memang pada saat itu para budaklah yang bekerja membuat roti kemudian mereka pun dibayar dengan roti bukan uang.


Masuknya Roti ke Indonesia

Roti baru masuk ke Indonesia semenjak kedatangan penjajah dari Belanda yaitu sekitar tahun 1930. Pada saat itu orang-orang Belanda sering mengkonsumsi roti yang akhirnya diperjualbelikan kepada penduduk pribumi. Dari situlah roti mulai berkembang di Indonesia mulai dari yang teksturnya keras dan kasar hingga yang bertekstur lembut serta memiliki cita rasa yang gurih.


Teknik pembuatan roti di Indonesia dahulu pun sangat sederhana. Meskipun mentega sudah mulai digunakan sejak tahun 1930, namun saat itu ragi belum digunakan dan roti masih difermentasikan secara alami dengan ditutup menggunakan lap basah saja. Hal ini membuat tekstur roti menjadi kurang lembut.


Seiring dengan berkembangnya zaman, roti di Indonesia menjadi sangat beragam. Pengaruh negara lain dalam munculnya inovasi varian roti di Indonesia memang sangatlah besar. Kemajuan teknologi membuat masyarakat semakin mudah mengakses informasi dari berbagai penjuru dunia sehingga kesempatan mereka untuk terus membuat modifikasi dengan mengambil ide dan inspirasi dari negara lain pun tidak sulit.


Tidak hanya itu saja, banyak sekali brand-brand bakery dari luar negeri yang masuk ke Indonesia dan disambut dengan antusias oleh masyarakat luas. Rasa roti yang enak serta varian yang banyak membuat produk roti luar negeri bahkan lebih diminati dari produk dalam negeri. Sejarah roti di Indonesia cukup menarik karena bermula dari makanan asing kini roti menjadi santapan sehari-hari masyarakat pribumi.


Akan tetapi sebagai masyarakat Indonesia Anda juga harus mencintai produk local untuk mendukung usaha dalam negeri. Faktanya banyak sekali roti buatan dalam negeri yang rasanya enak, teksturnya lembut dan variannya pun banyak. Anda bisa mencoba berbagai varian roti lezat di Nutaste-cake.com. Mulai dari roti asli Indonesia seperti roti sisir hingga roti yang sedang viral Korean Garlic Bread bisa Anda temukan disini. Selain itu ada banyak varian roti yang bisa Anda coba dengan rasa yang lezat.

5 tampilan0 komentar

SHOP

JAM BUKA : 

Mon - Sat: 8 am - 5 pm  ​​

ALAMAT

Jl. Kekeluargaan III No.3A, RT.11/RW.12, Pegadungan, Kec. Kalideres, Kota Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11830

Dapatkan Promo Kami ke email anda

  • YouTube
  • Facebook
  • Instagram

© 2021 by Nutaste Cake. Proudly created by